Tugas: kelompok
Mata kuliah: ilmu sosial almiah dasar
Dosen : Muh. Ikbal sp.i
ALAM SEMESTA DAN TATA SURYA
Oleh:
Ø Andryadin
Ø Lilik isnaining
Ø Abdul kadir
Ø Haerudin kannur
Ø Hartono
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN
UNIVERSITAS MUHAMMADYAH MAKASSAR
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat allah swt, karena atas berkat rahmat dan karunianya sehingga makalah ini bisa selesai pada waktu yang ditentukan.
Salam dan salawat kepada nabi Muhammad saw. Beserta para sahabat dan keluarga beliau, sebagai suri teladan sejati yang memberikan amanah keseluruh umat manusia menuju kehidupan sejahtera. Serta dosen-dosen yang telah membantu kami selama makalah ini berlangsung, sehingga makalah ILMU SOSIAL ALAMIAH DASAR ini berjaln lancar karena berkat bimbingan dan motivasi semangatnya teman-teman.
Memang pada dasarnya tak ada sesuatu pun yang sempurna, oleh karena itu penulis menyadari bahwa di dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan keterbatasan penulis, kritik dan saran yang sifatnya membangun senantiasa penulis mengharapkan agar dalam penyusunan makalah berikutnya lebih baik.
Makassar, 20 April 2013
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Fenomena Alam saat ini sangat sulit untuk ditebak , bahkan baru – baru ini kita sering memperoleh informasi terjadinya suaatu kejadian alam sungguh luar biasa yang terjadi diluar nalar manusia. Seperti halnya peristiwa jatuhnya meteor , sehingga menimbulkan bermacam – macam argument dari masyarakat tentang kejadian itu. Ada yang berpendapat bahwa kejadian itu terjadi karena Sang Pencipta marah, ada yang berpendapat itu tanda – tanda kiamat dan ada yang berpendapat bahwa itu memang fenomena alam. Hal itu terjadi karena pengetahuan tiap orang perorangan pastilah berbeda sesuai dengan tingkat pendidikannya.
Kita sebagai mahasiswa dalam menanggapi kejadian itu harus berfikir logis , karena kaum mahasiswa adalah kaum cendikia yang harus cepat tanggap dalam menyikapi fenomena alam ini. Khususnya kita adalah mahasiswa jurusan MIPA jadi dalam berargumen haruslah dapat dibuktikan kebenarannya.
Dari sinilah kelompok kami termotifasi untuk mengupas tuntas tentang materi yang kami beri judul “Alam Semesta, Tata Surya dan Bumi,” Agar kita tahu lebih jelas apa dan bagaimana yang terjadi sebelum alam semesta ini terbentuk .
Kita sebagai mahasiswa dalam menanggapi kejadian itu harus berfikir logis , karena kaum mahasiswa adalah kaum cendikia yang harus cepat tanggap dalam menyikapi fenomena alam ini. Khususnya kita adalah mahasiswa jurusan MIPA jadi dalam berargumen haruslah dapat dibuktikan kebenarannya.
Dari sinilah kelompok kami termotifasi untuk mengupas tuntas tentang materi yang kami beri judul “Alam Semesta, Tata Surya dan Bumi,” Agar kita tahu lebih jelas apa dan bagaimana yang terjadi sebelum alam semesta ini terbentuk .
B. Saran
1. Mendeskripsikan pengertian Alam Semesta dan Teori – teori tentang Asal usul Alam Semesta.
2. Mendeskripsikan pengertian Tata Surya dan Teori – teori tentang Asal Usul Tata Surya.
3. Mendiskripsikan tentang Bumi
2. Mendeskripsikan pengertian Tata Surya dan Teori – teori tentang Asal Usul Tata Surya.
3. Mendiskripsikan tentang Bumi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Alam Semesta
Jika kita berada di suatu tempat yang tinggi di luar kota, jauh dari siang gemerlapan kota dan pada saat itu tidak ada bulan dan langit bebas dari awan, maka akan tampak bintan-bintan. Jika kita menggunakan teropong binokuler atau teleskop, jumlah bintan yang kita lihat semakin banyak. Pengamatan lebih lanjut yang di lakukan oleh para ahli astronomi dengan menggunakan alat-alat atau instrumen mutakhir menunjukkan bahwa di dalam semesta terdapat bintan-bintan yang beredar mengikuti suatu pusat yang suatu kabut gas pijar yang sangat besar, dikelilingi oleh kelompok-kelompok bintan yang sangat dekat satu sama lain (cluster) dan juga di kelilingi oleh gumpalan-gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (nebula) dan tebaran ribuan bintan. Keseluruhan itu termasuk matahari kita, yang selanjutnya disebut galaksi.
Galaksi merupakan kumpulan bintan-bintan yang jumlahnya 1011 ata 100 milyiar, dan salah satu diantaranya adalah matahari. Matahari merupakan pusat tata surya kita. Kumpulan bintan-bintan didalam galaksi bentuknya menyerupai lensa cembung yang pipih atau berbentuk cakram dimana garis tengahnya mempunyai panjang 100 tahun cahaya dan tebalnya 10 tahun cahaya. Matahari atau pusat tata surya kita berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi. Galaksi yang terdekat dengan bima sakti adalah Andromeda. Kedua pusat tersebut berjarak 1,5 tahun cahaya.
B. Susunan Tata Surya
Telah disebutkan bahwa matahari adalah salah satu dari 100 milyiar bintan di dalam galaksi. Matahari sebagai pusat tata surya berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat bima sakti.
Pada zaman yunani kuno, seorang ahli filsafat bernama clausius ptolomeus mengemukakan pendapatnya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta. Menurut pandangan ini, matahari, bulan, dan planet-planet beredar mengelilingi bumi yang tetap diam sebagai pusatnya. Pandangan geosentris ini selama 14 abad lamanya dan orang. Pada waktu itu, pengamatan secara kasar orang-orang yunani telah dapat mengenal 5 planet, yaitu: merkerius, venus, mars, yupiter, dan saturnus. Menurut pandangan geosentris ini susunan planet-planet dapat di gambarkan pada halaman 92.
v . Planet Bumi
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Ukuran besarnya hampir sama dengan venus dan bergaris tengah 12.640 km. jarak antara bumi dengan matahari adalah 149 juta km. jarak ini sering diubah menjadi satuan jarak astronomis atau astronomical unit (AU). Jadi 1 AU = 140 juta km. bumi mengadakan rotasi 24 jam, berarti hari bumi =24 jam. Satu hari venus=247 hari bumi atau 247x24 jam bumi.
a. Gerak rotasi bumi
Pepatan bumi besarnya 1/300 sehingga dapatlah dianggap memiliki bentuk bola. Titik pusatnya berimpit dengan titik pusat bola langit. Sumbunya menembus permukaan bumi di kutub utara dan selatan. Orang menganggap bahwa bola langit tetap tinggal diam, sedang bumi berputar pada sumbunya dari barat ke timur. Anggapan tersebut telah dikemukakan oleh sarjana-sarjana yunani seperti Pythagoras, philalous, herakleitos, dan terakjir oleh kopernikus dari polandia. Gerak bumi berputar pada porosnya disebut rotasi dari bumi. Arah rotasi bumi sama dengan arah revolusinya, yakni dari barat ketimur. Inilah sebabnya mengapa matahari terbit lebih dulu di irian jaya daripada dijawa.
b. Akibat rotasi bumi
1. Gerak semu harian dari matahari, yang seakan-akan matahari, bulan, bintan-bintan dan benda-benda langit lainnya terbit di timur dan terbenam di barat.
2. Pergantian siang dan malam dimana separuh dari bola bumi menerima sinar matahari (siang), sedangkan separuh bola lainnya mengalami kegelapan (malam). Batas siang dan malam ini merupakan sebuah lingkaran disekeliling bumi.
3. Diterangkan dengan hukum buys ballot. Arus-arus hawa(angin) tidak bergerak lurus dari daerah maksimun kedaerah manimun, tetapi membias kekanan bagi belah bulatan utara dan membias kekiri bagi belah bulatan selatan.
4. Penggelembungan di khatulistiwa serta penempatan di kedua kutub bumi.
5. Timbulnya gaya sentrifugal yang menyebabkan pemepatan bumi tersebut serta pengurangan gaya tarik hingga arah vertical (unting-unting) tidak tepat menuju ketitik pusat bumi, kecuali di khatulistiwa dan di kutub.
6. Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam.
7. Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya.
C. Gerak Revolusi dari Bumi
Berkat penyelidikan tiga sarjana, yaitu Galileo galilei, tycho brahe, dan keplermaka susunan alam secara heliosentris dari kopernikus diakui keunggulannya. Dalam susuana ini, maka bumi berevolusi mengelilingi matahari. Bumi mengelilingi matahari dalam satu kali revolusi selama waktu satu tahun.
Selama mengedarai matahari ternyata sumbu bumi miring dengan arah yang sama terhadap bidang ekliptika. Kemiringan sumbu bumi ini besarnya 23 1/20 terhadap bidang ekliptika tersebut. Akibat dari revolusi bumi ialah:
1. Pergantian empat musim, yakni di sebelah utara garis balik utara (23 ½ LU).
2. Perubahan lamanya siang dan malam.
3. Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan kebulan.
Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit. Menurut hukum keppler pertama, orbit-orbit setiap planet termasuk orbit bumi memiliki bentuk bangun elips. Matahari berada pada salah satu titik api (focus) dari elips itu. Titik lintasan yang terdekat dengan titik focus dimatahari itu berada tersebut titik perihelium elips itu. Titik terjauh dari titik focus dimana matahari itu berada disebut titik aphelium.
1. Gaya grafitasi terrestrial dari bumi
Bumi kita ini mempunyai gaya gerak dan gaya berat. Gaya tarik bumi ini dinamakan gaya grafitasi terrestrial bumi. Benda dibumi ini memiliki bobot karena pengaruh gaya grafitasi tersebut. Menentukan bobot dari sebuah benda dibumi berarti mengukur besarnya gaya tarik terhadap benda itu. Gaya grafitasi terrestrial inilah yang menahan semua meteri yang ada dibumi serta atmosfernya sehingga tidak hilang melayang ke alam semesta. Bumi merupakan sebuah megnet raksasa. Maka, suatau medan magnet serta garis-garis gaya magnet bekerja sekitar bumi.
2. Waktu
Kita telah mengenal waktu satu hari satu malam yang lamanya 24 jam. Waktu 24 jam ini adalah sehari semalam solar (matahari) berdasarkan gerak semua matahari dalam membuat satu revolusi lengkap. Sehari semalam sideral atau sideris adalah waktu bintan berdasarkan merembangnya titik aries antaradua saat berturut-turut. Sehari semalam solar, empat menit lebih lamadari sehari semalam sideris. Bagi tujuan sehari-hari, kita menggunakan waktu solar. Bagi keperluan tujuan astronomi atau perjalan antarplanet, lebih baik memakai waktu sideris.
3. Tahun penanggalan (kalender)
Bangsa mesir kuno, sumeria, dan bangsa hindu sejak zaman dahulu memiliki perhitungan waktu. Waktu ini berdasarkan revolusi bumi dan tahunnya disebut tahun matahari. Semenjak Julius Caesar (46 BC) telah ditetapkan bahwa setiap tahun terdiri dari 365 hari. Tahun yang keempat di tambah dengan satu hari disebut tahun kabisat (leap year ). Aturan ini dinamakan “ kalender Julian” atau aturan lama dimana setiap tahun dihitung 365,25 hari. Ada dua tahun, yaitu tahun sideris ialah selang waktu antara dua kedudukan yang sama berturut-turut dari matahari terhadap suatu bintan tetap.
Bulan merupakan satelit atau benda angkasa yang mengelilingi bumi. Jaraknya dengan bumi = 384.000km. bulan berdiameter 3456 km. bulan selalu menunjukkan permukaan yang sama dilihat dari bumi. Ini berarti bulan mengadakan rotasi maupun revolusi mengelilingi bumi dengan kecepatan yang tetap sama, pada permukaan bulan, terdapat gunung-gunung dan dataran rendah seperti di bumi.
v . Planet Mars
Planet ini berwarna kemerah-merahan yang diduga tanahnya mengandung banyak besi oksigen. Sehingga kalau oksigen kalau oksigen masih ada, jumlahnya sangat sedikit. Pada permukaan planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan sawo matang yang selalu berubah sepanjang masa tahun. Jarak planet mars dengan matahari ialah 226,48 juta km. garis tengah adalah 6272 km dan revolusinya 1,9 tahun, rotasinya 24 jam 37 menit.
v . Planet Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar. Berdasarkan analisis spektroskopis, planet ini mengandung gas metana dan amoniak yang banyak serta mengandung gas hydrogen, albedonya 0,44. Yupiter mempunyai kurang lebih 14 satelit atau bulan. Planet yuupiter bergaris tengah 138.560 km, rotasinya cepat yaitu 10 jam di bandingkan dengan bumi yang berotasi 24 jam. Yupiter tampak sebagai bintang yang terang muncul pada tengah malam. Karena rotasinya cepat, pada bagian ekuator tampak sedikit mengembang dan membentuk sabuk.
v . Planet Saturnus
Saturnus mempunyai massa jenis yang sangat lebih kecil dari air yaitu 0,75 g/cm3 sehingga akan terapung di air. Ternyata, planet berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata 1030 C. Saturnus mempunyai 10 satelit dan di antaranya yang terbesar di sebut titan (besarnya 2 kali besar bulan bumi), yang lain disebut phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan 9 satelit lainnya yang menunjukkan bahwa phoebe bukan “anak kandungnya”. Planet saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah yupiter km, berotasi cepat yaitu 10 jam. Planet ini merupakan planet yang memiliki cincin sabuk raksasa.
v . Planet Uranus
Uranus memiliki 5 satelit. Berbeda dengan planet yang lain, arah gerak rotasi uranus dari timur ke barat. Jarak ke matahari adalah 2860 juta km dan mengelilingi matahari dalam waktu 84 tahun. Rotasinya 10 jam 48 detik. Planet ini ditemukan oleh hershcel dan keluarganya dengan tidak sengaja pada tahun 1781 ketika mereka mengamati saturnus. Besar uranus kurang dari stengah saturnus, bergaris tengah 50.560 km. berdasar pengamatan pesawat VOYAGER pada bulan januari 1986, uranus memiliki 14 buah satelit.
v . Planet Neptunus
Neptunus mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut triton beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi neptunus. Jarak ke matahari 4470 juta km, mengelilingi matahari dalam 165 tahun sekali seputar. Planet diketemukan pada tahun 1846 ketika para astronom sedang mengamati planet uranus yang agak menyimpang orbitnya. Berdasarkan hipotesis para astronom, penyimpangan tersebut pasti ada yang mempengaruhi dan itu ternyata benar.
v . Planet Pluto
Pluto merupakan planet terjauh dari matahari, planet ini baru diketahui pada tahun 1930. Pluto disebut juga sebagai transneptunus karena ada dugaan planet ini merupakan bagian satelit neptunus yang terlepas. Suhu rata-rata pada planet ini adalah 2200C. Pluto adalah nama dewa kegelapan dari bangsa yunani dan pemberian nama itu berdasarkan kenyataan planet yang mendapat sinar matahari sangat sedikit, karena letak dan jaraknya dengan matahari kurang lebih 5811 juta km, Pluto tidak memiliki satelit.
D. Benda-benda Lain Dalam Tata Surya
pada tata surya, kecuali terdapat planet-planet yang telah disebutkan dimuka, terdapat pula benda-benda lain berikut ini:
1. Planeoida atau Asteroida
Pada tahun 1801, piazzi seorang astronom bangsa italia melalui observasinya dengan teleskop menemukan benda langit yang berdiameter kurang lebih 900 km (bulan berdiameter 300 km) beredar mengelilingi matahari. Dalam beberapa tahun kemudian ternyata ditemukan pula beberapa benda semacam itu. Benda-benda itu mengorbit mengelilingi matahari pada jarak antara Mars dan Yupiter. Pada saat ini, benda semacam itu telah diketahui sebanyak kurang lebih 2000 buah, berbentuk bulat dan kecil. Yang terbesar bernama ceres dengan diameter 750 km.
2. Komet atau Bintang Berekor
Meskipun komet disebut sebagai bintan berekor, tetapi komet bukan tergolong bintang alam dalam arti yang sebenarnya. Komet merupakan anggota tata surya, yang beredar mengelilingi matahari dan menerima energinya dari matahari. Dibandingkan planet , komet mempunyai lintasan yang lebih lonjong dan tidak selalu terletak pada bidang ekliptika. Komet sebenarnya beredar secara periodic. Komet kohoutek, misalnya, yang mendekati bumi pada akhir tahun 1973, diperkirakan akan muncul kembali pada 4000 tahun mendatang.
3. Meteor atau Bintan Beralih
Meteor bukan tergolong bintang karena merupakan anggota tata surya. Meteor berupa batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram. Meteor ini semacam denga debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik atau 60x60x60 km perjam.
4. Satelit
Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet, dan bersama-sama beredar mengelilingi matahari. Peredaran satelit mengelilingi planet disebut gerak revolusi satelit. Di samping itu, satelit juga melakukan gerak rotasi, yaitu beredar mengelilingi sumbunya sendiri. Pada umumnya, arah rotasi dan revolusi stelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya, yaitu dari barat ke timur, kecuali stelit dari planet neptunus.
1. Asal Usul Tata Surya
Tentang teori asal tata surya ini banyak ditemukan orang, tetapi belum ada satupun yang dapat di terima oleh semua pihak.
a. Teori tidak atau teori pasang surut
Teori ini dikemukakanan oleh james H. jeans dan Harold jeffres pada tahun 19191. Menurut teori ini, ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintan bergerak mendekati matahari dan kemudian menghilang. Pada saat itu, sebagian matahari tertarik dan lepas. Dari bagian matahari yang lepas inilah kemudian terbentuk planet-planet.
b. Teori bintan kembar
Menurut teori ini, kemungkinan dahulu matahari merupakan sepasang bintan kembar. Oleh sesuatu sebab, salah satu bintan meledak dan oleh gaya tarik grafitasi bintan yang satunya ( matahari yang sekarang), pecehan tersebut tetap berada disekitar dan beredar mengelilinginya.
c. Teori nebular
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh kant dan laplace pada tahun 1796. Menurut teori ini, mula-mula ada kabut gas dan debu atau nebular. Kabut gas ini sebagian besar terdiri dari hedrogen dan sedikit helium. Nebular ini mengisi seluruh ruang alam semesta. Karena proses pendinginan, kabut gas tersebut menyusut dan mulai berpusing. Proses ini mulanya lambat, kemudian semakin cepat dan bentuknya berubah dari bulat bola menjadi semacam cakram, yang kemudian menjadi matahari.
d. Teori big bang
Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Menurut teori ini, pada mulanya alam semesta berupa sebuah “primeval atom” yang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Suatu ketika, atom ini meledak dan seluruh materinya terlempar keru ang alam semesta. Sejak itu, dimulailah ekspansi yang berlangsung ribuan juta tahun dan akan terus brelangsung jutaan tahun lagi. Timbul dua gaya saling bertentangan, yang satu disebut gaya grafitasi, dan lainnya dinamakan repolusi kosmis.
e. Teori creation continua
Teori ini dikemukakan oleh fred hoyle, bendi dan gold. Menurut teori creation continua atau continuous creation, saat diciptakan, alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada, atau dengan kata lain alam semesta ini tidak pernah bermula dan tidak akan berakhir. Pada setiap saat, ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap. Partikel-partikel tersebut kemudian mengembun menjadi kabut-kabut spiral dengan bintan-bintan dan jasad-jasad alam semesta.
f. Teori G. P. Kuiper
Pada than 1950, G.P. Kuiper mengajukan teori berdasarkan keadaan yang ditemui diluar tata surya dan menyuarakan penyempurnaan atas teori-teori yang telah dikembangkan yang mengandaikan bahwa matahari serta semua planet berasal dari gas purba yang ada diruang angkasa. Pada saat ini, terdapat banyak kabut gas dan diantara kabut terlihat dalam proses melahirkan bintang. Kabut gas yang tampak tipis-tipis diruang angkasa itu, lambat laun memampatkan diri menjadi massa yang semakin lama semakin padat.
E. BUMI
Di muka telah di bahas sedikit tentang bumi sebagai salah satu planet, maka sekarang akan di bahas lebih terinci, sehubungan sebagai tempat makhluk lain dan kita hidup.
1. Kelahiran bumi
Asal usul bumi, seperti asal usul planet lain, telah dikemukakan di muka. Kapan bumi lahir, maka untuk menghitungnya banyak dikemukakan teori yang antara lain adalah:
a. Teori sedimen
Pengukuran usia bumi didasarkan atas perhitungan tebal lapisan sedimen yang membentuk batuan. Dengan mengetahui ketebalan lapisan sedimen rata-rata yang terbentuk setiap tahunnya dengan memperbandingkan tebal batuan sedimen yang terdapat di bumi sekarang ini, maka dapat di hitung umur lapisan tertua kerak bumi. Berdasarkan perhitunag mecam ini diperkirakan bumi terbentukl 500 juta tahun yang lalu.
b. Teori kadar garam
Pengukuran usia bumi berdasarkan perhitungan kadar garam di laut. Di duga bahwa mula-mula laut itu berair tawar. Dengan adanya sirkulasi air dalam lam ini, maka air yang mangalir dari darat melalui sungai kelaut membawa garam-garam. Keadaaan semacam itu berlangsung terus menerus sepanjang abad. Dengan mengetahui kenaikan kadar garam setiap tahun, yang dibandingkan dengan kadar garam pada saat ini, yaitu kurang lebih 320, maka dihasilkan perhitungan bahwa bumi telah terbentuk 1000 juta tahun yang lalu.
c. Teori ternal
Pengukuran usia bumi berdasarkan perhitungan suhu bumi. Diduga bahwa bumi mula-mula merupakan batuan yang sangat panas yang lama kelamaan mendingin. Dengan mengetahi massa dan suhu bumi saat ini, maka ahli fisika bangsa inggris yang bernama elfin memperkirakan bahwa perubahan bumi menjadi batuan yang dingin seperti saat ini dari batuan yang sangat panas pada permulaannya memerlukan waktu 20.000 jutaan tahun.
d. Teori radioaktivitas
Pengukuran usia bumi ynag dianggap paling benar ialah berdasarkan waktu peluruhan unsur-unsur radioaktif. Dalam perhitungan ini, diperlukan pengetahuan tentang waktu paroh unsure-unsur radioakktif. Waktu paroh adalah waktu yang dibutuhkan unsur raioaktif untuk luruh atau mengerungi sehngga massanya tinggal separoh.
v Struktur bumi
Seperti halnya kebanyakan benda langit, bumi berbentuk bola, meskipun agak pepat pada kedua kutubnya. Kepepatan itu akibat gerak rotasi mengelilingi sumbunya. Oleh karena itu, jarak pusat bumi terhadap khatulistiwa lebih panjang dari pada kutubnya. Panjang diameter pada khatulistiwa=12.762 km, sedangkan panjang diameter pada kutub=12.306km.
Bumi diselimuti oleh gas yang disebut atmosfer. Pada permukan bumi terdapat lapisan air yang di sebut hidrosfer. Bagian bumi yang padat terdiri atas kulit (kerak) atau lithosfer, dan bagian inti yang disebut centrosfer.
a. Lithosfer dan Centrosfer
Lithosfer tebalnya hanya kurang lebih 32 km (=32.000m) dan merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia yang berupa benua-benua dan pulau sebagai tempat tinggal. Ketebalan lithosfer tidak sama. Bagian tebal berupa benua setebal 8 km, bagian tipis berupa dasar laut yang dalam setebal 3,5 km dan terdiri atas 2 lapisan, yaitu lapisan sebelah atas, terdiri dari silicon dan aluminium dengan berat massa (BM) rata-rata 2,65 dan lapisan sebelah dalam, terdiri dari silicon dan magnesium dengan BM 2,9.
b. Hidrosfer
Hidrosfer tidak sepenuhnya menutupi seluruh permukaan bumi, tetapi hanya 75% yang meliputi lautan, danau-danau, dan es yang terdapat dalam kedua kutub. Kedalaman laut rata-rata 4000 m dan yang terdalam adalah di dekat pulau guam dengan kedalaman 11000 m. hidrosfer mempunyai pengaruh yang besar terhadap atmosfer karena air yang menguap akan membentuk awan yang selanjutnya menimbulkan hujan, kembali ke laut lagi.
c. Atmosfer
Atmosfer merupakan lapisan gas yang menyelubungi bumi, yang dalam kehidupan sehari-hari disebut udara. Tebal atmosfer sebesar 4800 km, terhitung dari permukaan air laut. BJ bagian bawah 0,013, dan semakin ke atas sem akin kecil sampai mendekati 0. Berikut ini uraian lebih terinci:
· Troposfer
Lapisan setebal 16 km ini, pada daerah khatulistiwa menipis hingga hanya 8 km pada kutub-kutub bumi. Hampir seluruh uap air yang terkandung dalam atmosfer terdapat didalam lapisan ini. Sehubungan dengan kandungan uap air itulah terjadi hujan, salju, angin dan badai.
· Stratosfer
Lapisan ini mulai dari 16 km sampai 80 km di atas bumi. Suhu rat-rata, sekitar -35% C. pesawat terbang sebenarnya masih dapat mengarungi pada lapisan terbawah dari strtosfer, asal semua pintu kabin dapat ditutup rapat dan udara di dalam pesawat diatur, terutama kadar oksigennya hingga seperti kondisi dalam troposfer.
· Lonosfer
Lapisan ini terdapat di atas 80 km dengan tekanan udara sangat rendah sehingga semua partikel terurai menjadi ion-ion. Lapisan ionosfer sangat penting sehubungan dengan komunikasi rdio jarak jauh karena lapisan ini merupakan pemantul gelombang radio.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
- Alam Semesta , Jagad Raya atau Antariksa adalah ruangan yang meluas kesegala arah, tidak terhingga, tetapi ada batas – batasnya yang belum dapat diketahui.
- Tata surya adalah suatu kelompok benda langit yang terdiri dari matahari dan planet - planet yang berkumpul menjadi satu dengan pusat matahari.
- Pada intinya teori asal usul Alam Semesta mendasari terbentuknya Tata Surya dan anggota-anggotanya termasuk bumi, banyak teori – teori yang menjelaskan fenomena ini namun teori yangpaling terkenal dan masuk akal adalah Teori Duantum ( BIG BANG).
- Teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta berasal dari ledakan hebat yang melemparkan jasad – jasad ke segala arah. Lambat laun jasad – jasad itu membentuk Sgalaksi. Dentuman itu terjadi antara 12 sampai 25 ribu juta tahun yang lampau. Planet.
- planet terbentuk dari sebagian bahan matahari yang terlempar karena gaya tarik bintang lain yang mendekati matahari. Jadi, sebuah bintang yang mendekati matahari kita lalu menarik sebagian dari bahan matahari yang berupa gelembung gas yang sangat besar kemudian memecah, mendingin dan memadat sehingga terjadilah planet.
- Pada intinya teori asal usul Alam Semesta mendasari terbentuknya Tata Surya dan anggota-anggotanya termasuk bumi dan teori yang mendasari fenomena itu adalah Teorii Duantum ( BIG BANG).
B. SARAN-SARAN
1. Hendaknya kita sebagai manusia harus bisa menikmatidan menjaga sebaik-baiknya segala sesuatu yang telah tercipta (alam semesta beserta isinya).
2. Sebaiknya ilmu pendidikan yang kita pergunakan tidak terlepas dari koridor keilmuan alam semesta sehingga kita dapat menjaga dan mencegah kerusakan alam ini.
DAFTAR PUSTAKA
Asimov,Issac;1972,Guide to science,Basic book inc.new York
Bawden,Arthur tablbot;1957,Mans PsycikalUniverse, The Macmila Company, new York
Bergamini,David dan kawan-kawan.,1983,alam semesta (terjemahan),tiara pustaka,jakarta